Majelis Jemaat GPIB Solo Utara periode 2012-2017

Therefore go and make disciples of all nations, baptizing them in the name of the Father and of the Son and of the Holy Spirit, and teaching them to obey everything I have commanded you. And surely I am with you always, to the very end of the age. (Matthew 28:19-20)

HUT PELKAT GP

Flee the evil desires of youth and pursue righteousness, faith, love and peace, along with those who call on the Lord out of a pure heart. (2 Timothy 2:22)

Retreat PELKAT PT 2012

Don't let anyone look down on you because you are young, but set an example for the believers in speech, in conduct, in love, in faith and in purity. (1 Timothy 4:12)

Persembahan Pujian nuansa Keroncong oleh PELKAT PKB

I lift up my eyes to the mountains— where does my help come from? My help comes from the Lord, the Maker of heaven and earth. (Psalm 121:1-2)

Pemain Drama dan Crew NATAL 2012

Therefore, I urge you, brothers and sisters, in view of God’s mercy, to offer your bodies as a living sacrifice, holy and pleasing to God—this is your true and proper worship. (Romans 12:1)

Perayaan Natal PELKAT Lanjut Usia

Even to your old age and gray hairs. I am he, I am he who will sustain you. I have made you and I will carry you; I will sustain you and I will rescue you. (Isaiah 46:4)

This is default featured slide 7 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Selasa, 08 Januari 2013

Hari Demi Hari yang Berjalan dengan Baik

http://4.bp.blogspot.com/-Aj8L_w2U54w/T2wgj6HwLhI/AAAAAAAAAzA/QpzlcRvudjw/s1600/Good+Morning.jpgApakah Anda bersukacita hari ini? Allah memanggil kita untuk bersukacita. Seperti Paulus bersikacita di penjara; Daud menulis mazmur di padang gurun; Yunus berdoa di perut ikan; Paulus dan Silas menyanyi di penjara; Sadrakh, Mesakh, dan Abednego menguatkan hari di perapian yang menyala-nyala; Yohanes melihat surga di tempat pembuangannya; dan Yesus berdoa di taman penderitaan ... Dapatkah kita bersukacita tepat di tengah hari yang kita jalani ini?

Bayangkan perbedaannya bila kita melakukannya.

Seandainya di hari yang penuh masalah.... Anda bertekad untuk melakukan sesuatu yang berbeda. Anda memilih untuk tidak minum-minum, atau bekerja berlebihan, atau kawatir, tetapi menghadapinya dengan baik. Anda menjadi lebih percaya. Tidak stres. Lebih bersyukur. Tidak menggerutu. Dan tahukah Anda? Sebelum Anda menyadarinya, hari itu sudah berlalu dan yang mengherankan, berlalu dengan baik.

Bahkan sedemikian baiknya sampai-sampai Anda bertekad untuk melakukan hal yang sama keesokan harinya. Hari itu tiba dengan berbagai rintangan san masalahnya, tetapi secara umum, melewati hari Anda dengan cara yang berbeda, hasilnya tidak sia-sia! Anda melakukannya lagi hari berikutnya, dan hari berikutnya lagi. Hari berganti hari, minggu berganti minggu, dan bulan berganti bulan. Tanpa Anda sadari, tahun demi tahun Anda sudah menjalani setiap hari dengan baik.

Begitulah caranya kehidupan yang baik dibangun. Satu demi satu hari yang baik dijalani.

TUHAN itu baik; Ia adalah tempat pengungsian pada waktu kesusahan; 
Ia mengenal orang-orang yang berlindung kepada-Nya
Nahum 1:7

Aku akan mengubah perkabungan mereka menjadi kegirangan, 
akan menghibur mereka dan menyukakan mereka sesudah kedukaan mereka.
Yeremia 31:13

Engkau memberitahukan kepadaku jalan kehidupan; 
di hadapan-Mu ada sukacita berlimpah-limpah, 
di tangan kanan-Mu ada nikmat senantiasa.
Mazmur 16:11

oleh : Max Lucado

Ucapan Cinta Terakhir

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj6rJos82kxVcgPHfduC-4I0JmjQfmpokGA7O5O66AyBGO0IG2sjHokUbBoAhkdnDO7IpIyuSQnGcebH3bzEVpeh1CloXckXcOBxXChkSVsJH0qPfCsd1OjyQ2FKQiWEtFwrsEzI5Rvi7Y/s1600/23+Tanda+Lelaki+Benar-benar+Jatuh+Cinta+dan+Setia+pada+Kekasihnya+dengan+Tulus+Ikhlas.jpgSuami Carol meninggal dunia dalam sebuah kecelakaan tahun lalu. Jim, yang berusia 52 tahun, sedang mengendarai mobil dari tempat kerjanya menuju ke rumah. Mobilnya bertabrakan dengan mobil seorang remaja yang menyetir dalam keadaaan mabuk berat. Jim mati sekerika. Sementara remaja itu dirawat di ruang gawat darurat tidak lebih dari dua jam saja.

Peristiwa itu meninggalkan suatu jalinan ironi: Saat itu adalah hari ulang tahun Caro, dan Jim menyimpan dua tiket pesawat terbang ke Hawai di sakunya. Ia sedang berencana memberi kejutan bagi Carol. Namun, ia justru tewas akibat perbuatan seorang pengemudi mabuk.

"Bagaimana engkau sanggup bertahan menghadapi cobaan itu?" Akhirnya, saya bertanya kepada Carol setahun yang lalu.

Matanya dibanjiri oleh air mata. Saya pikir saya telah salah bicara, namun dengan lembut ia memegang tangan saya dan berkata,"Tidak apa-apa, saya memang ingin menceritakannya kepadamu. Pada hari pernikahan kami, saya berjanji tidak akan pernah mengizinkannya meninggalkan rumah pada pagi hari tanpa ucapan cinta dari saya. Ia pun menjanjikan hal yang sama. Kebiasaan itu sering menjadi gurauan bagi kami berdua, namun kerika anak-anak lahir, kerap kali sulit bagi kami untuk selalu menepati janji itu. Saya pernah berlari di halaman rumah, sambil mengucapkan "aku cinta padamu", walau gigi saya merapat kuat karena marah. Pernah juga saya sengaja mendatangi kiantornya hanya untuk menyelipkan pesan itu di mobilnya. Hal itu benar-benar tantangan yang mengasyikkan.

"Kami saling menciptakan banyak kenangan tentang bagaimana kami saling berupaya mengucapkan 'aku cinta padamu' tiap-tiap hari."

"Pada pagi ketika Jim meninggal, ia meninggalkan sebuah kartu ulang tahun di sapur dan menyelinap keluar menuju mobilnya. Ketika saya mendengar mesin mobilnya dihidupkan, saya berpikir, Oh, tidak semudah itu, Bung. Jadi saya bergegas keluar dan menggedor-gedor jendela, sampai ia menurunkan kaca mobil. 'Pada hari ulang tahunku yang kelima puluh ini, Pak James E. Garret, aku, Carol Garret, menyatakan keinginan untuk tetap melanjutkan kebiasaan saling mengucapkan aku cinta padamu!'"

"Saya sanggup bertahan menjalani kehidupan ini karena saya tahu bahwa kalimat terakhir yang saya ucapkan kepada Jim adalah,'AKU CINTA PADAMU!'"

CINTA
Cinta tak pernah bertanya berapa banyak yang harus saya lakukan,
namun berapa banyak yang dapat saya lakukan.
-Frederick A. Agar

Saudara-saudaraku yang kekasih, marilah kita saling mengasihi, sebab kasih itu berasal dari Allah; dan setiap orang yang mengasihi, lahir dari Allah dan mengenal Allah.
-1 Yohanes 4:7
diambil dari : KISAH KASIH ALLAH

Kamis, 03 Januari 2013

Memahami Momentum

“Doing the best at this moment puts you in the best place for the next moment.” - Oprah Winfrey

Sebut saja NN, seorang yang memiliki suara merdu dan ingin menjadi penyanyi. Dia pernah mencoba untuk menjadi penyanyi profesional bahkan memiliki album sendiri. Tetapi ternyata perjuangannya sangatlah berat, dan dia pernah gagal. Sampai suatu saat, dia mengikuti acara ajang unjuk bakat menyanyi di salah satu stasiun televisi (inilah yang dinamakan momentum). NN termasuk kontestan dengan pendukung terbanyak, karena memang dia memiliki suara yang merdu. Pada akhir kompetisi ternyata NN keluar sebagai pemenang pertama. Dan visinya untuk memiliki album rekaman pribadi dapat terwujud. NN mampu meraih sesuatu yang diimpikannya, karena NN mampu mensinergikan talentanya dengan Momentum yang terjadi. Sesuatu yang sebelumnya tidak mampu diraihnya, pada akhirnya mampu diraihnya karena adanya Momentum.

Lalu, apa sebenarnya Momentum itu? Momentum adalah saat, kondisi, keadaan yang memiliki potensi untuk memampukan kita meraih suatu keberhasilan. Momentum memampukan kita meraih sesuatu yang sebelumnya tidak mampu kita raih.

Kali ini, saya akan membagikan beberapa hal berkaitan dengan Momentum. Semoga bermanfaat!

Pertama, Momentum hanya terjadi sesaat/temporer (tidak abadi). Untuk itu, manfaatkan momentum dengan sebaik mungkin. Momentum bisa diterjemahkan sebagai kesempatan yang sangat berpotensi mengubah kehidupan kita secara signifikan. Ketika Anda merasa saat ini sedang dalam “lingkup” momentum terhadap sesuatu hal yang sudah lama Anda impikan, maka saya sarankan segera ambil sebuah keputusan. Momentum tidak menunggu selamanya!

Kedua, dituntut sebuah kepekaan untuk dapat merasakan momentum. Karena seringkali momentum terjadi begitu saja, seperti sebuah anugerah. Jadi, latihlah kepekaan untuk mengenali momentum. Mengapa kita perlu melatih kepekaan dan kecepatan dalam merespon momentum? Jawabannya adalah karena momentum seringkali hanya berlangsung temporer, seperti yang sudah ditulis pada poin sebelumnya.

Poin ketiga, kita mampu menciptakan sebuah momentum. Jika pada poin kedua, momentum yang terjadi adalah sebuah anugerah, maka di sisi yang lain, sesungguhnya kita memiliki kemampuan untuk menciptakan momentum. Dengan memotivasi diri dan juga memotivasi orang-orang di bawah pimpinan kita, maka momentum dapat tercipta, namun hal ini bukanlah yang yang mudah. Terus berjuang untuk dapat menciptakannya!

Keempat, ketika momentum sudah dan sedang terjadi, PERTAHANKAN! Anggap momentum sebagai sebuah harta yang berharga. Jangan pernah menyia-nyiakannya atau kita akan menyesal. Momentum memang hanya sesaat (seperti yang dijelaskan pada poin pertama), tetapi kita mampu meneruskan momentum yang terjadi supaya dapat terjadi lagi, sehingga momentum yang sedang kita alami dapat berlangsung lama.

Kelima, ciptakan kemenangan demi kemenangan. Karena kemenangan dapat menjadi pemicu terjadinya momentum untuk meraih kemenangan berikutnya. Inilah yang disebut dengan kemampuan memperpanjang momentum. Poin terakhir, jangan terbuai dengan kemenangan! Karena rasa puas diri adalah racun mematikan bagi momentum. Dengan kata lain “ciptakan kemenangan, kemudian lupakan kemenangan untuk meraih kemenangan berikutnya". Pemenang sejati akan mencari tantangan yang lebih besar untuk ditaklukan, dan hal ini membutuhkan semangat berani gagal untuk mencoba. Bukan hanya rasa puas diri karena keberhasilan. Pilihannya dua, "Lihat ke belakang dan engkau akan tersandung" atau "Lihat ke depan dan engkau akan melesat"

by : Daniel Raharjo, S.Kom

Siapakah Aku ?

Inilah kesaksian Alkitab mengenai "siapakah kita setelah menerima Yesus Kristus sebagai juru selamat"


Aku adalah anak Allah. (Yohanes 1:12)

Aku adalah bagian dari Pokok Anggur yang benar dan hidup Kristus mengalir di dalamku. (Yohanes 15:5)

Aku adalah saksi pribadi untuk Kristus dan aku diutus untuk menceritakan tentang Dia. (Kisah Rasul 1:8)

Aku bebas dari segala penghukuman. (Roma 8:1)

Aku adalah ahli waris bersama dengan Kristus, yang mewarisi kemuliaan-Nya. (Roma 8:17)

Aku tidak dapat dipisahkan dari kasih Allah. (Roma 8:35)

Aku adalah bait Allah. (1 Korintus 3:16)

Aku adalah ciptaan baru. Yang lama telah diampuni dan sekarang semuanya menjadi baru. (2 Korintus 5:17)

Aku telah disalibkan bersama dengan Kristus, karena itu sekarang Kristus hidup di dalamku. (Galatia 2:20)

Aku adalah orang kudus. (Efesus 1:1)

Aku adalah warga negara surga dan sekarang aku memiliki tempat di surga. (Efesus 2:6)

Aku adalah buatan Allah. (Efesus 2:10)

Aku memperoleh jalan masuk kepada Tuhan melalui Roh Kudus-Nya. (Efesus 2:18)

Aku adalah benar dan kudus. (Efesus 4:24)

Aku dapat mengerjakan segala sesuatu di dalam Kristus yang memberi kekuatan kepadaku. (Filipi 4:13)

Aku adalah sempurna di dalam Kristus. (Kolose 2:10)

Aku dipilih, dikuduskan dan dikasihi oleh Allah. (Kolose 3:12)

Aku memiliki roh kekuatan, kasih dan penguasaan diri. (2 Timotius 1:7)

Aku adalah anggota dari bangsa yang terpilih, imamat rajani dan umat kepunyaan Allah. (1 Petrus 2:9,10)

Aku dilahirkan kembali dalam Kristus dan si Jahat tidak akan dapat menjamahku lagi. (1 Yohanes 5:18)

Kamis, 18 Februari 2010

Facing the Giant


“Diberkati untuk Memberkati” itu adalah tema retreat bagi para remaja pemuda di sebuah gereja yang saya hendak ikuti. Dan kegiatan itu diadakan beberapa hari lagi. Nah, kemarin saya sempat hunting sebuah film yang akhir-akhir ini sedang banyak dibicarakan. Film tersebut berjudul “Facing the Giants” yang diproduseri oleh Alex dan Stephen Kendrick.

Film yang berdurasi total 110 menit ini bercerita tentang Grant Taylor, seorang pelatih olahraga American Football di Shiloh High School. Grant Taylor mengalami sebuah pergumulan besar dalam kehidupannya. Dia menjadi pelatih tim American Football yang tidak pernah menang kejuaraan selama 6 tahun, posisinya sebagai pelatih yang terancam dikudeta pleh beberapa orang tua murid, pergumulannya bersama sang istri untuk mendapat momongan, dan yang tidak kalah serta yaitu permasalahan mobilnya yang sering sekali mogok. Yes, He is such a lucky person to have all that kinds of problem at once!!! Awalnya dia hanya menjalani permasalahannya secara rational sampai pada satu saat dia mulai merasa depresi dan tidak sanggup lagi berdiri menghadapi berbagai tekanan. Dia berteriak meminta sebuah jawaban dan pertolongan dari Tuhan.

Pada saat itulah seorang Mr. Bridges menghampirinya dan membacakan tentang betapa Tuhan tidak akan membiarkan dia goyah, Mr. Bridges membangkitkan semangat Grant untuk kembali bangkit.

“Mr. Bridges memberkati Grant. Why??? He say that God told him to tell Grant that God will not let him down. Mr. Bridges terlebih dahulu diberkati dan dia melanjutkan dengan cara memberkati Grant.”

Setelah itu hidup Grant berangsur-angsur pulih, dia merubah filosofi timnya bahwa mereka bermain Football bukan untuk “Menang” melainkan untuk “Memuliakan Tuhan”. Grant menjadi pribadi yang berbeda, dia mulai berpikir tentang arti hidup, dia menjadi sebuah pribadi yang dapat membangkitkan semangat juang timnya. Lebih jauh lagi, Grant menjadi berkat bagi para anak didiknya yang tergabung dalam Shiloh Eagle (nama tim Footballnya), ada yang bertobat; menerima Tuhan dalam hidupnya; serta berjanji akan menghormati ayahnya, ada pula Brock Kelley yang menjadi rajin dalam pelajaran sekolah dan menjadi pemimpin yang sukses memimpin timnya; mereka yang awalnya dicap sebagai trouble maker menjadi murid teladan yang berhasil mendapat nilai 100, dan semuanya telah diubahkan

Grant mengalahkan segala pergumulannya di dalam Tuhan dan itulah yang didapatkan jika berpegang teguh kepada Tuhan. Satu hal yang saya kagumi, Tuhan memakai berbagai macam orang dengan berbagai cara yang ajaib. He always there for Us, Never Lose Hope, itulah yang dijalani seorang Grant Taylor.
Berbagai cara yang ajaib selalu Tuhan pakai untuk menyelamatkan kita dari segala macam keterpurukan yang kita alami.Tuhan memberi kita Pengharapan di saat kita Percaya dan Berserah pada-Nya

JADILAH BERKAT

~GBU~

Sabtu, 13 Februari 2010

Cinta Tak Pernah Hilang

"Jika cinta kita hanyalah keinginan untuk memiliki, hal itu tak bisa dinamakan cinta."

Thich Nhat Hanh

------------------------------------------------------------

Kata orang, lebih baik pernah mencintai dan kehilangan cinta daripada tak pernah mencintai sama sekali.

Kata-kata itu tak akan bisa menghibur Mike Sanders. Ia baru saja diputuskan pacarnya. Tentu saja si pacarnya itu tidak mengatakan segamblang itu. Ia berkata, "Aku benar-benar menyukaimu, Mike, dan aku ingin kita bisa berteman." Bagus, pikir Mike. Tetap berteman. Kau, aku, dan pacar barumu bisa nonton bersama.

Mike dan Angie sudah pacaran sejak kelas tiga SMP. Tapi, pada musim panas ini ia naksir pemuda lain. Sekarang, saat Mike sudah di kelas tiga SMU, ia merasa kesepian. Selama tiga tahun mereka mempunyai teman-teman yang sama dan menghabiskan waktu di tempat nongkrong yang sama. Pergi lagi ke tempat itu tanpa Angie membuatnya merasa – hm, hampa.

Latihan football biasanya bisa membantunya melupakan masalahnya. Para pelatih selalu menyuruh peserta laithan berlari sedemikian rupa sehingga mereka merasa sangat kelelahan dan tak punya waktu lagi untuk memikirkan hal lain. Tapi, belakangan ini, pikiran Mike tidak tercurah pada latihan. Suatu hari ia kena batunya. Ia tak mampu menangkap lemparan bola yang biasanya mudah baginya, dan ia membiarkan dirinya dijatuhkan lawan yang biasanya tak mampu menjatuhkannya.

Mike tahu bahwa jangan sampai dibentak lebih dari sekali oleh pelatihnya. Jadi ia berusaha keras agar tidak dijatuhkan lawan lagi sampai latihan usai. Saat ia berlari hendak meninggalkan lapangan, ia diminta melapor ke kantor pelatih. "Cewek, keluarga, atau sekolah: yang mana yang meresahkan hatimu, Mike?" Tanya pelatihnya.

"Cewek," sahut Mike, "Bagaimana Anda bisa tahu?"

"Sanders, aku sudah menjadi pelatih football sejak sebelum kau lahir. Dan setiap kali ada pemainku yang hebat bermain kacau, pastilah salah satu dari ketiga alasan tadi yang menjadi penyebabnya."

Mike mengangguk. "Maaf, Pak. Aku tidak akan mengulangi lagi."

Pelatih menepuk bahunya. "Tahun ini tahun yang menentukan bagimu, Mike. Tak ada alasan yang bisa menghalangimu diterima di perguruan tinggi pilihanmu. Tapi, kau harus ingat. Kau harus memusatkan perhatian pada hal-hal yang benar-benar penting. Yang lainnya akan beres dengan sendirinya."

Mike tahu pelatihnya benar. Ia harus merelakan Angie dan meneruskan hidupnya. Tapi ia tetap merasa terluka, dan terkhianati. "Aku merasa sangat geram, Pak. Aku mempercayainya. Aku selalu terbuka padanya. Aku menyerahkan segala baginya, tapi apa yang kudapat?"

Si pelatih mengambil selembar kertas dan bolpoin dari laci mejanya. "Itu pertanyaan bagus. Apa yang kau dapatkan?" Ia menyerahkan kertas dan bolpoin itu kepada Mike dan berkata, "Ingat-ingat waktu yang kau lewatkan bersamanya, dan tuliskan sebanyak mungkin hal yang kau alami bersamanya, yang menyenangkan dan yang tidak menyenangkan. Lalu, tuliskan hal-hal yang kau pelajari darinya dan yang ia pelajari darimu. Aku beri waktu satu jam." Pelatih meninggalkan Mike sendirian.

Mike menjatuhkan diri duduk dikursi dan kenangan bersama Angie membanjiri ingatannya. Ia teringat saat pertama kali memberanikan diri untuk mengajaknya berkencan, dan betapa senang hatinya kala Angie bersedia pergi bersamanya. Kalau bukan karena dorongan Angie, Mike tak akan mencoba masuk tim football.

Lalu ia mengingat-ingat pertengkaran mereka. Ia memang tak ingat semua alasan yang menyebabkan mereka bertengkar. Tapi, ia ingat bagaimana mereka menyelesaikan persoalan diantara mereka. Ia belajar berkomunikasi dan berkompromi. Ia juga ingat bagaimana mereka berbaikan kembali. Dan saat-saat seperti itu sangat disukainya.

Mike teringat saat-saat Angie membuatnya merasa kuat, dibutuhkan, dan istimewa. Ia menulis kertas itu dengan pengalaman mereka, liburan, perjalanan bersama keluarga masing-masing, dansa sekolah, dan piknik berdua saja. Sebaris demi sebaris ia menuliskan pengalaman mereka berdua, dan ia menyadari bagaimana Angie telah membantu membentuk hidupnya. Ia akan menjadi pria yang lain tanpa Angie.

Ketika pelatih kembali sejam kemudian, Mike sudah tak ada di situ. Tapi, Mike meninggalkan catatan di mejanya. Bunyinya sederhana saja:

Pak, Terima kasih atas pelajaran yang telah Bapak berikan. Saya rasa memang benar kata orang bahwa bagaimanapun juga lebih baik pernah mencintai dan kehilangan cinta. Sampai jumpa di latihan nanti.

by :
David J.Murcott

Selasa, 02 Februari 2010

Team Hoyt - Sebuah Kisah Tentang Kasih Bapa

Team Hoyt - Redeemer
Dick Hoyt seorang pensiunan Letnan Kolonel Air National Guard yang bekerja di Boston College. Ia mempunyai harapan besar ketika istrinya mengandung seraya membayangkan anak pertamanya adalah seorang yang kuat dan tampan. Hasil pemeriksaan dokter pun mendukung sehingga Dick pun mempersiapkan nama yang cukup keren: Rick Hoyt. Namun, Tuhan berkehendak lain. Tali pusat melilit leher Rick menyumbat aliran oksigen ke otaknya sehingga menyebabkan Rick menderita kelumpuhan otak (cerebral palsy). Pada usia delapan bulan, kondisi Rick memburuk dan dokter menyarankan Dick untuk membuang Rick karena dikhawatirkan akan menjadi beban keluarga seumur hidupnya. Namun Dick dan istrinya berkomitmen untuk tetap merawatnya sampai besar.

Rick pun tumbuh menjadi remaja dengan keempat anggota tubuhnya lumpuh dan tidak dapat berbicara. Kedua orangtuanya tak putus asa meski Rick nyaris tak pernah turun dari kursi rodanya. Suatu hari, Rick melontarkan keinginan untuk ikut lomba lari. Dick sangat terkejut dan berulang kali menanyakan keinginan putranya, tapi berulang kali pula Rick menegaskan keinginannya. Akhirnya Dick memesan kursi roda khusus yang bisa dipakai untuk berlari jauh. Ia pun berjanji untuk menjadi tangan dan kaki putranya.

Pada 1981, masyarakat Boston pun dibuat terbelalak, sebab di antara peserta marathon yang akan berlomba di Marathon Boston ada seorang ayah dan putra yang lumpuh di kursi roda. Meski dalam perlombaan itu Dick dan Rick tidak menjadi juara, tapi mereka menjadi inspirasi bagi banyak orang. Sejak itu mereka mengikuti lomba marathon selama 20 tahun di kota tersebut dan menamakan diri Team Hoyt.

Setelah pengalaman di Boston, mereka juga mengikuti triathlon (perlombaan yang menggabungkan lari, renang, dan balap sepeda). Bila berlari Rick didorong di kursi roda; bila berenang Rick ditempatkan di perahu karet dengan talinya diikat di pinggang sang ayah yang berenang di depannya; dan bila bersepeda Rick ditempatkan di depan. Mereka bahkan menjajal lomba Ironman Triathlon di Hawaii yang jarak tempuhnya lebih berat dan panjang. Pada Maret 2001, mereka telah mengikuti 731 lomba! “Bila menyatukan keterbatasan kami berdua, tak satu pun di dunia ini yang tidak dapat kami taklukkan!” ujar Dick.

Sumber: Renungan Malam, Januari 2010

Recent Posts